Site Meter PRAKTEK DOKTER GIGI JAKARTA SELATAN
Assalamualaikum wr wb.
Selamat Datang di Blog kami..
Blog ini berisi sekilas tentang informasi dan pelayanan yang kami sediakan untuk Anda yang peduli dengan kesehatan Gigi.
Tentunya untuk memperoleh informasi lebih lengkap dan data yang paling update silahkan datang ke klinik kami.
Semoga bermanfaat. Terima kasih
Wassalamualaikum wr wb..

Rabu, 29 Januari 2014

Tarif Perawatan Gigi Tahun 2014

Alhamdulillah;

Sebagai komitmen kami, maka pada tahun 2014 ini, sebagian besar tarif perawatan tidak ada kenaikan atau sama dengan tarif yang berlaku tahun lalu.
Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar akan kesehatan gigi dan rongga mulut.
Segera hubungi kami untuk membuat jadwal perawatan untuk mengurangi waktu tunggu (antrian).

Telp. 021 2881 1551
SMS dan WA : 0838 9405 9600
Email : brilian.denta@gmail.com

Jumat, 04 Januari 2013

TARIF KLINIK DOKTER GIGI












1. KONSULTASI; Free - Rp 30.000

2. KONSERVASI
a.Tambal sementara; Rp 80.000
b.Dycel+ TS; Rp 70.000
c.Tambal GIC; Rp 100.000
d. Basis + GIC; Rp 120.000
e.Tambal Laser; Rp 150.000 - Rp 230.000
f. Inlay / onlay; Rp 900.000
g.Perawatan saluran akar; Rp 80.000, pervisit semua akar
h.Pengisian saluran akar; Rp 80.000 - Rp 100.000, semua akar


3. PERIODONTAL
a.Scalling Rahang atas dan bawah Klas 1 Rp 120.000 - Rp150.000
b.Scalling Rahang atas dan bawah Klas 2 Rp 160.000 - Rp180.000
c.Scalling Rahang atas dan bawah Klas 3 Rp 180.000 - Rp200.000
d.Bleaching, Whitening Rahang atas-Bawah Rp 1,5juta - Rp 2,0juta


4. BEDAH MULUT
a.Pencabutan gigi tetap/dewasa ; Rp100.000 - Rp 120.000
b.Pencabutan komplikasi; Rp150.000 - Rp200.000
c.Odontektomi; Rp800.000 - Rp1juta, tergantung kasusnya
d.Buka jahitan; Rp70.000, semua jahitan


5. PEDODONSIA (Gigi Anak)
a.Pencabutan gigi sulung; (Rp 70.000, CE) (Rp 80.000,infil, cytoject)
b.Tambal GIC; Rp 80.000 (gigi sulung)
c.Tambal basis+GIC; Rp 100.000 (gigi sulung)
d.Tambal sinar; Rp 150.000 - Rp200.000 (gigi sulung)
e.PSA pervisit; Rp 70.000


6. PROSTODONSIA (Gigi Tiruan)
a.Cekat
- Jaket; Rp 900.000 (metal porcelain)
- Bridge; Rp 900.000 (per gigi)
b.GTS
-Akrilik -Gigi pertama; Rp350.000 -Gigi selanjutnya; Rp100.000
-Valplast, Gigi pertama; Rp900.000 -Gigi selanjutnya; Rp250.000
c.Cetak; Rp50.000


7. ORTHODONSIA (Kawat Gigi); Rp 5Juta (bahan berwarna) Rp.7Juta (bahan transparan/ceramic)
a.Cetak; Rp70.000
b.Biaya kontrol; Rp100.000 per visit,1 bln sekali
NB : Klinik kami menggunakan bahan Made in USA untuk Orthodonti

Keterangan:
*Setiap kunjungan di kenakan biaya administrasi sebesar Rp5.000,-
*Tarif berlaku 2014, dapat berubah (harap update di bagian pendaftaran)
*Telp: 021 2881 1551
*SMS Center dan WA: 0838 9405 9600 (Layanan sms 24 Jam)
*e-Mail: brilian.denta@gmail.com

Alamat Praktek;
Jl. Raya margasatwa no. 2 perempatan DDN2
(samping Pegadaian DDN2) Pondok Labu,
Jakarta Selatan

Selasa, 24 Juli 2012

Karang Gigi








Setiap orang beda-beda dalam menghasilkan karang gigi di dalam mulutnya. Ada yang mudah terbentuk dan ada pula yang lama terbentuknya tergantung kondisi lingkungan dalam mulut, kandungan dalam air liur (ludah), makanan yang kita makan, kondisi gigi geligi, jenis kuman yang ada di mulut kita, dan lain-lain.

Untuk menghilangkan kalkulus atau karang gigi sebaiknya tidak dilakukan sendiri atau menggunakan suatu benda atau obat kimia yang tidak jelas. Untuk membersihkan karang gigi sebaiknya datang ke dokter gigi baik yang praktek di rumah, rumah sakit, klinik, puskesmas, dan lain sebagainya. Jika anda tidak punya banyak uang sebaiknya datang ke puskesmas atau pusat kesehatan lain yang bisa terjangkau. Mintalah dokter gigi untuk membersihkan karang gigi anda dengan teknik scaling maupun cara lainnya.

Menggunakan cara yang salah justru hanya akan memperparah keadaan yang tadinya baik-baik saja. Jika anda nekat membersihkan dengan batu, pisau, logam, benda tajam, dan lain-lain maka bisa jadi yang dikikis justru lapisan email gigi kita yang sangat penting atau bahkan bisa menyebabkan infeksi dan kantung kuman dalam gigi dan gusi. Agar lebih aman datanglah ke dokter gigi (bukan ahli gigi) agar gigi anda bisa kembali ke sedia kala serta tetap sehat dan kuat.

Agar kalkulus tidak kembali lagi ke gigi kita, kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan karang gigi sebagai berikut di bawah ini:

1. Rajin gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan pasti gigi / odol yang mencegah plak.
2. Rajin minum air putih yang bersih sambil kumur-kumur.
3. Rajin membersihkan bekas sisa makanan yang ada di pojok dan sela-sela gigi dengan benang gigi.
4. Rajin kumur-kumur dengan cairan pembersih mulut / dental floss yang bisa mencegah plak karang gigi.
5. Rajin makan buah dan atau sayur karena seratnya dapat membantu menghilangkan sisa makanan di gigi dan gusi kita.infogigi.com>>brilian.denta



Klinik Dokter Gigi
Brilian.Denta
Jl. Raya margasatwa no.2 DDN Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Telp. 021 2881 1551 (buka jam 10.00 - 20.00)
SMS. 0838 9405 9600 (sms 24 jam untuk info jadwal).

Senin, 18 Juni 2012

Perkenalkan Perawatan Gigi sejak Dini









*Membiasakan anak rajin menggosok gigi bukanlah perkara mudah. Namun bukan berarti para ibu menyerah  begitu saja. Orang tua mesti punya trik agar anak mau menggosok gigi, misalnya dengan cara mengajak gosok gigi bersama-sama.

*Ajaklah balita Anda menyikat gigi minimal setiap akan tidur malam di depan cermin secara bersama-sama dengan Anda. Jika anak belum bisa menggosok gigi dengan benar karena keterbatasan motoriknya, maka bantulah (ulangilah) menggosok gigi anak setelah anak mencobanya sendiri. Bujuklah dia dengan megalihkan perhatian jika menolak disikatkan giginya.

*Ciptakan suasana dan situasi yang menyenangkan salah satunya dengan memberikan sikat gigi yang berbentuk menarik dan lucu, sembari Anda bercerita tentang tokoh karakter favoritnya agar dia mau menyikat giginya dalam waktu minimal 2 menit.

*Saat pergi ke dokter gigi, ajak serta si kecil agar balita bisa melihat bahwa orang tuanya (bahkan orang lain) nyaman dengan kegiatan perawatan gigi serta terbiasa mencium aroma ruang rawat gigi, berkenalan dengan operator, dan bunyi alat-alat dental sehingga anak nantinya menjadi lebih kooperatif saat dilakukan perawatan pada giginya sendiri.


Klinik Dokter Gigi
Brilian.Denta
Jl. Raya Margasatwa No. 2 (perempatan DDN) Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Telp: 021 2881 1551
SMS: 0838 9405 9600 (layanan SMS 24jam)
Email: brilian.denta@gmail.com

Selasa, 11 Oktober 2011

Kawat Gigi (Lagi)










Kawat gigi pada era lampau merupakan hal yang aneh dan terkesan merepotkan, namun sekarang remaja maupun artis menggunakan kawat gigi selain untuk memperbaiki bentuk rahang maupun giginya, tidak sedikit yang menggunakan kawat gigi ini sebagai hiasan di wajah untuk mendukung penampilan. namun kapankah seseorang memerlukan perawatan menggunakan kawat gigi ?

Kawat gigi adalah kawat yang dapat meratakan gigi. Menurut jenisnya, bracket (bagian yang menempel) pada kawat gigi untuk tujuan estetis atau kosmetik ada yang bisa dilihat dan tidak bisa dilihat. Ada yang bersifat permanen artinya tidak dapat dilepas dan dipasang, lalu ada juga yang bersifat bisa dilepas dan dipasang. Mekanismenya yaitu dia mengatur, mendorong dan menahan pergerakan gigi. Perawatan ortho bertujuan untuk memperbaiki fungsi bicara, estetis muka, sudut bibir, rahang, senyum.

Namun, tak semua orang bagus susunan giginya. Prevalensi (angka kejadian) kelainan susunan geligi dan pengatupan rahang di Indonesia konon mencapai 80%. Kelainan ini menjadi masalah terbesar ketiga setelah gigi berlubang dan penyakit gusi. Jika gigi-geligi terlalu berjejal, maju-mundur, gingsul, atau sebaliknya terlalu jarang, kawat gigi diperlukan untuk meluruskan. Juga pada kondisi rahang bawah normal, rahang atas maju (tonggos), atau sebaliknya, rahang bawah terlalu maju, rahang atas normal (cakil). Jika tak cepat ditangani, kelainan-kelainan itu akan membuat acara sikat gigi tak maksimal. Akibatnya, gigi jadi gampang berlubang, tumbuh banyak karang gigi, gusi mudah berdarah, dan memun-culkan bau mulut tak Sedap. Pada tahap lebih parah, bahkan dapat menimbulkan gangguan sakit kepala dan otot leher.

Beberapa orang yang saya temui kadang menanyakan kapan sebaiknya kita menggunakan kawat gigi? lalu apakah kawat gigi itu mutlak penting bagi kita? Pemasangan kawat gigi pada akhir masa gigi campur atau ketika anak memasuki masa pubertas (12 tahun). Walaupun sudah kelihatan berjejalan, sebaiknya biarkan gigi tetap tumbuh dulu sampai sekitar usia 12 tahun, agar perkembangan rahangnya maksimal. Untuk memastikan gigi pasien dipagari dengan benar, orthodontist akan mengamati dan mengambil data pasien selengkap mungkin, meliputi pemeriksaan klinis geligi,seperti pencatatan gigitan dan ke simetrisan gigi, serta katupan geligi. Semua masalah seperti gigi bolong, karang gigi, kelainan jaringan gigi, dan perawatan saraf gigi, jika ada, harus ditangani dulu, sehingga gigi benar-benar bersih dan sehat.

Perawatan dengan bantuan kawat ini perlu kedisiplinan tinggi, karena meliputi seluruh gigi. Termasuk mengarahkan gigi yang belum tumbuh, agar mendukung perbaikan tumbuhnya rahang. Kalau perlu, dilakukan pengambilan foto rontgen yang mencakup dua sudut pengambilan, yaitu panoramik (raut seluruh geligi dan tulang) serta chepalometri (kedudukan rahang, tulang muka dan geligi). Selanjutnya, dilakukan pencetakan geligi untuk mendapatkan model. Dari hasil foto rontgen dan cetakan geligi inilah dilakukan analisis kelainan untuk rencana perawatan. Misalnya, berapa mili-meter ketidaknormalannya? Apakah cukup diasah atau plus pemakaian kawat gigi lepasan? Perlukah mencabut geraham kecil di belakang gigi taring, masing-masing dua di atas dan di bawah? Pada rahang cakil, perlukah operasi pemotongan tulang bawah oleh orthodontist dan ahli bedah mulut? Berikutnya, akan dipaparkan secara detail rencana perawatan dan pembiayaan. Karena perawatan berlangsung lama, antara enam bulan sampai tiga tahun (tergantung berat-ringannya kasus), ongkosnya relatif mahal. Pasien pun harus bersedia menandatangani Inform Consent alias persetujuan perawatan, baik untuk perawatan dengan kawat gigi lepasan maupun cekat.

Walau tak ada pantangan, sebaiknya hindari makanan yang manis, lengket, liat, dan bersoda, karena makanan macam itu lebih sulit dibersihkan. Makanan padat dan keras kayak apel, sebaiknya dipotong kecil-kecil. Jangan coba-coba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang. Jika bracket lepas, atau kawatnya ada yang menusuk gigi, mengadulah segera ke dokter. Sejumlah pasien mengeluhkan rasa nyeri dan tak nyaman. Wajar, karena ada benda asing di dalam mulut. Ada juga pasien yang mengeluhkan datangnya seriawan, pascadesakan kawat gigi ke selaput lendir. Namun, percayalah, kalau dokternya terampil dan bekerja dengan rapi, problem-problem tadi mestinya tak terjadi, atau setidaknya dapat dikurangi. Infogigi.com<brilian.denta>

Klinik Dokter Gigi
Jl. Raya margasatwa no. 2 Pondok labu, Jakarta Selatan
Informasi lengkap, jadwal dan pendaftaran;
Telp. 021 2881 1551
SMS. 0838 9405 9600 (layanan SMS 24 jam)
Email. brilian.denta@gmail.com

Senin, 10 Oktober 2011

Remaja Rentan Gigi Berlubang

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) yang dilakukan, penderita gigi berlubang kalangan remaja berusia 12 tahun ke atas mencapai sekitar 43,3 persen.

"Penduduk yang mempunyai masalah kesehatan gigi dan mulut mencapai 23,4 persen, sedangkan yang telah kehilangan seluruh gigi aslinya (ompong,red) adalah 1,6 persen," katanya.

Dia menambahkan, rata-rata penderita gigi berlubang, disebabkan masyarakat umumnya kurang memperhatikan perawatan gigi dan mulut.

"Pada umumnya penduduk Indonesia mengosok gigi hanya pagi ketika bangun tidur saja, padahal menggosok gigi dilakukan sesudah makan, mau tidur waktu malam hari serta pagi ketika bangun tidur,"katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan indikator Indonesia sehat 2010, untuk satu orang dokter gigi idealnya melayani pasien sebanyak 9.000 orang.

"Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia saat ini 234.181.400, maka dibutuhkan sekitar 26.000 orang tenaga dokter gigi,"katanya.

Menurutnya, dokter gigi yang telah teregistrasi hingga Agustus 2010 berjumlah 21.691 orang, terdiri dari drg umum 20.158 orang serta drg spesialis sebanyak 1.533 orang.

"Kita masih membutuhkan banyak tenaga dokter gigi di Indonesia ini, untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal pada masyarakat,"katanya.

Sejak otonomi daerah, lanjut Endang Rahayu Sedyaningsih, pemerintah pusat sulit mendapatkan data jumlah tenaga kesehatan yang bekerja di Saryankes, karena pejabat pembina kepegawaian berada pada Gubernur, Bupati dan Walikota. "Saat ini, sedang dilakukan pendataan (oleh Badan PPSDMKes) tenaga kesehatan yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan baik pusat maupun daerah,"kata Endang Rahayu Sedyaningsih.

Dia menambahkan, saat ini telah terdapat 13 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan 12 Program Studi (Prodi) Kedokteran Gigi di Indonesia, serta 5 Institusi Pendidikan Dokter Gigi. Rata-rata lulusan kurang lebih 1500 dokter gigi pertahun. Antara.Brilian Denta